Halo sobat Aprinala, pada tulisan kali ini, saya mau bercerita singkat tentang sebuah buku dari Kisah Tanah Jawa : Setan-Setan Menggugat. Daripada disebut bercerita singkat, lebih tepatnya saya akan membuat sinopsis singkat dari buku tersebut.
Sinopsis
Sipong, seorang rakyat jelata yang terangkat kedudukannya karena ia seorang jawara, jagal luar biasa yang ditakuti seantero Jawa. Dengan begitu, dia menjadi kaki tangan bupati Grisse (nama Gresik pada masa itu) dan dipercayai untuk menjadi mandor dalam sebuah proyek. Sebagai kaki tangan penguasa, Sipong menyaksikan sendiri peristiwa yang memilukan. Ratusan pekerja pribumi yang terlibat menghubungkan Jalur Pos dari Toeban menuju Grisse ini tersendat karena proyek pembangunan jembatan geladak Manyar. Merekalah para pekerja yang menjadi saksi bisu atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di bumi mereka sendiri. Para pekerja dijadikan tiang pancang. Mereka dibariskan berjajar sambil memegang balok kayu glugu utuh untuk membuat geladak jembatan. Pemandangan yang mengerikan, keji, dan tak manusiawi itu dipertontonkan secara kasar oleh para penguasa tamak.
Melihat pemandangan yang memilukan, membuat hati Sipong berontak. Amarah dan dendam merasuki dirinya. Dia dan gerombolannya melakukan pemberontakan kepada bupati Grisse. Dia berencana untuk membunuh dan memenggal kepala bupati Grisse. Rencana yang dia susun bersama gerombolannya untuk melakukan misi balas dendam tidaklah mulus dan penuh ala rintangan.
Itulah sinopsis singkat dari buku Kisah Tanah Jawa : Setan-Setan Menggugat
Bagi sobat Aprinala yang penasaran dan ingin mengikuti kisah Sipong. Sebuah kisah mereka yang menggugat, mencari keadilan hingga mati. Kisah yang terjadi tahun 1809, saat pembangunan Jalan Raya Pos terjadi. Sebuah fiksi sejarah dengan berlatar di Grisse (nama Gresik pada masa itu), Jawa Timur. Bisa membeli buku ini di Gagasmedia
