Hard Disk Anda Bermasalah?

Posted on

Hard disk merupakan komponen yang sangat vital pada laptop dan komputer. Baik buruknya kinerja hard disk akan sangat mempengaruhi performa komputer secara keseluruhan. Hard disk yang bermasalah bisa menyebabkan komputer lelet, sering hang, atau bahkan tidak bisa masuk ke Windows saat pertama kali dinyalakan.

Apakah hard disk Anda bad sector?

Hard disk yang bad sector juga sangat rawan jika digunakan terus-menerus karena sangat beresiko hilangnya semua data yang ada di dalamnya. Untuk itu, Anda perlu memeriksa hard disk tersebut apakah kondisinya sehat atau ada bad sector.

HD Tune Pro merupakan aplikasi berbayar yang dapat membantu untuk melihat kondisi kesehatan hard disk Anda. Berikut ini fasilitas yang dimiliki oleh HD Tune Pro:

  • Benchmark: untuk mengukur seberapa cepat akses baca tulis dan waktu akses hard disk (read/write).
  • File Benchmark: mengukur file performance (read/write).
  • Info: menampilkan informasi detail tentang hard disk.
  • Health: menampilkan kondisi atau status kesehatan hard disk.
  • Error Scan: memeriksa error yang terdapat pada hard disk.
  • Erase: menghapus data secara permanen pada hard disk.
  • Disk Monitor: memonitor aktivitas hard disk.
  • Folder view: menampilkan ukuran tiap folder.

HDD Sentinel

Apabila Anda pernah mengalami Windows rusak, kemudian di-install ulang dari awal dan kelihatannya Windows berjalan dengan normal tanpa masalah. Akan tetapi setelah sekitar 1 minggu atau bahkan kurang, Windows rusak lagi, padahal baru saja di-install. Jika Anda mengalami hal ini, kemungkinan kerusakan adalah di hard disk yang sudah berkurang kondisi fisiknya. Ciri-ciri lainnya adalah Windows berjalan lambat, bahkan sangat lambat, walapun spesifikasi mainboard, processor, dan RAM cukup memadai. HDD Sentinel (HDS Dos) adalah aplikasi berbayar yang berfungsi untuk melakukan cek kesehatan hard disk.

Recovery Data dari Dynamic Disk

Dynamic Disk? Apakah ini?

Ada basic disk dan ada dynamic disk. Keduanya merupakan konfigurasi yang biasa digunakan pada hard disk PC ataupun laptop saat kita meng-install Windows. Pada PC atau laptop yang sering digunakan Windows 7, 8, atau 10 itu rata-rata hard disk-nya menggunakan konfigurasi basic disk. Perangkat yang sudah menggunakan basic disk, kita isi berbagai aplikasi dan data.

Hard disk yang sudah menjadi dynamic disk tidak bisa di-install Windows dan datanya juga tidak akan bisa dibaca. Jika hard disk berubah menjadi dynamic disk, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah melepas hard disk dari laptop karena akan kita convert konfigurasinya menjadi basic disk. Proses konversi ini dilakukan di perangkat lain yang Windows-nya masih normal.

Setelah hard disk dilepas, selanjutnya hard disk tersebut kita jadikan sebagai eksternal agar bisa dikoneksikan ke perangkat lainnya melalui USB. Cara merubah hard disk internal menjadi eksternal bisa Anda baca pada artikel berikut “Cara Membuat Hardisk Internal Menjadi Eksternal Tanpa Ribet”

Jika sudah dirubah menjadi hard disk eksternal, silahkan disambungkan dengan perangkat lain kemudian install ke perangkat tersebut software MiniTool Partition Wizard (download aplikasi). Dengan bantuan aplikasi ini, kita bisa mengembalikan semua data kita yang telah hilang akibat dynamic disk. Bukan hanya itu saja, kita juga bisa mengubah hard disk dari dynamic disk menjadi basic disk.

Terkait cara atau tahapan recovery data menggunakan MiniTool Partition Wizard, dapat Anda baca pada artikel berikut “How to Recover Lost Data from Hard Drives | MiniTool Tutorial”

Dan untuk cara mengubah dynamic disk menjadi basic disk menggunakan MiniTool Partition Wizard bisa Anda baca pada artikel berikut “How to Convert Dynamic Disk to Basic Disk | MiniTool Tutorial”

Demikian sedikti tulisan dari Dunia Aprinala yang bersumber dari sebuah buku yang berjudul “Mengembalikan Data yang Hilang” dengan penulis bernama Dedik Kurniawan & Java Creativity. Semoga bermanfaat dan sampai ketemu ditulisan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *