Sobat Aprinala, banyak sosok di rumah sakit yang cukup tenar, khususnya di beberapa cerita horor di Indonesia. Bahkan, beberapa diantaranya diangkat menjadi tontonan layar lebar. Sosok apa saja yang dimaksud? Yuk, ikuti ceritanya!
Suster Ngesot
Hantu suster ngesot berawal sekitaran tahun 1939, dari salah satu rumah sakit tua di Jakarta yang hingga hari ini masih berdiri megah.
Sebut saja nama suster ini Martha. Sosok suster cantik dan modis pada zamannya, tapi jutek serta judes; terutama dengan kaum lelaki. Bahkan, tak segan Martha berkata kasar, jika ada teman sejawatnya yang usil menggoda.
Karena cantik dan sikapnya yang cuek, justru makin banyak para pria yang penasaran. Dari ingin menjadikan dia pacar sampai mengajak menikah. Namun, semua dia tolak. Tidak peduli dari pegawai rumah sakit, keluarga pasien, bahkan dokter, tidak membuat dia lantas mau dijadikan kekasih.

Suatu ketika saat dinas malam, seorang teman sejawat (mantri/juru rawat laki-laki) merencanakan tindakan usil kepada suster Martha. Mantri tersebut membawa Martha ke ruang penyimpanan obat atau gudang farmasi, setelah dinas pukul 01.00 dini hari.
Sesampainya di gudang, Martha kemudian dibekap dengan kain yang sudah dibubuhkan obat bius hingga pingsan. Melihat hal tersebut, beberapa orang yang saat itu sedang dinas, terdiri dari seorang dokter dan dua mantri berubah tujuan. Semula hanya ingin usil, malah jadi bernafsu karena melihat bagian tubuh Martha yang tersingkap. Semua terjadi begitu cepat. Entah siapa yang mempunyai ide, akhirnya terjadilah pemerkosaan.
Sampai akhirnya suster Martha siuman ketika si dokter baru menyentuh sang suster malang. Martha siuman dan meronta sambil berteriak-teriak. Karena panik, Martha dicekik hingga tewas di tempat tersebut, lalu jenazahnya dikubur di bekas kamar mandi belakang rumah sakit yang digali dengan linggis. Sementara yang lain menyiapkan semen dan tatanan batu bata. Kebetulan pada waktu itu sedang ada renovasi bangunan sehingga banyak material bangunan.
Mayat Martha kemudian dimasukkan lubang galian tersebut dengan posisi tak wajar. Kepala berada di bawah, tapi kaki Martha tersangkut dan tidak bisa dimasukan. Dengan terpaksa, kakinya dipatahkan hingga bisa dimasukkan ke lubang.
Setelah itu lubang diurug dan diplester dengan batu bata dan material bangunan, serta ditaruh sisa-sisa bekas peralatan alat rumah sakit yang sudah tidak terpakai agar tersamar. Dan, lokasinya termasuk yang jarang sekali dijamah pengunjung dan bertugas RS.
Sejak saat itu, sosok Martha sering terlihat berjalan dengan menyeret kedua kakinya sambil berteriak minta tolong kepada siapa saja di lorong RS tersebut. Penampakan hantu suster ngesot terjadi antara pukul 01.00-03.00.
Sebenarnya sosok tersebut tidak bermaksud menakuti, tapi minta tolong agar jasadnya bisa dikuburkan layak. Sejak kejadian itu hingga saat ini, sosok suster ngesot masih sering menampakkan diri.
Orang yang sedang bermalam di rumah sakit kadang terngiang akan cerita ini, lalu tercipta mindset di kepala, kalau malam hari di rumah sakit dan melewati bangsal, selasar, dan kamar jenazah yang terlihat sepi, kemungkinan akan berjumpa dengan sosok suster ngesot.
Hal tersebut kemudian “dibaca” oleh jin usil yang pada akhirnya menyerap rasa ketakutan dari orang tersebut (saat takut, orang akan berubah aura menjadi merah). Energi yang terserap ini kemudian menjadikan manifestasi penampakan sesuai apa yang dipikirkan oleh si manusia. Orang yang ditampaki biasanya akan menjadi kaku seketika dan tidak bisa bergerak, serta lemas karena energinya tersedot oleh jin usil tersebut untuk menambah kekuatan si makhluk.
Suster Gepeng
Kisah ini berawal dari sebuah cerita di salah satu rumah sakit di Kota Surabaya yang bernama Centrale Burgerlijke Ziekenhuis (CBZ), tapi ada juga yang menyebut Simpang Hospital atau RS Simpang. Warga Surabaya pasti paham, rumah sakit yang menyimpan banyak sejarah dari masa Daendels hingga masa kemerdekaan itu telah lenyap dan berganti menjadi bangunan yang megah.

Di era Kolonial sempat terjadi kecelakaan yang menimpa salah satu suster di rumah sakit tersebut, lift yang digunakan putus talinya. Sehingga beberapa komponen besi berat menimpa suster itu hingga tulang belakangnya patah dan wajahnya hancur.
Karena sering menampakkan diri, sekitar tahun 2000-an sosok mengerikan itu dipindahkan agar tidak mengganggu penghuni ataupun pengunjung yang datang di bangunan baru itu.
Sosoknya cukup mengerikan dengan cara berjalan yang melambai-lambai layaknya daun pohon pisang yang terkena tiupan angin. Itu terjadi karena tulang belakangnya hancur sehingga tidak mampu berjalan dengan tegak.
Suster Muka Rata
Sosok ini berasal dari seorang suster yang ditebas kulit wajahnya hingga mengelupas. Kejadian ini terjadi di era pendudukan Jepang (tahun 1942-1945) di salah satu rumah sakit di Yogyakarta.
Sosok ini kemudian banyak dikloning oleh jin-jin sesat untuk menakuti orang-orang yang sedang berada di rumah sakit terutama pada malam hari.

Jenis lelembut yang memakai seragam ini biasanya akan datang jika dibicarakan tanpa harus mengucap mantra. Bisa juga sosok qorin ataupun jin sesat yang menyamar, baik itu yang berwujud ngesot, gepeng, maupun muka rata. Karena sosok-sosok ini membaca hati orang yang membicarakan, mereka otomatis terkoneksi dan segera datang. Sebenarnya bukan untuk menakuti, tapi mau berkisah apa yang telah mereka alami.
Itulah beberapa sosok legend yang dikenal sebagai hantu di rumah sakit. Buat sobat Aprinala yang tertarik membaca hal-hal mistis atau ingin tahu macam-macam bangsa lelembut, bisa baca buku dari Kisah Tanah Jawa: Jagat Lelembut yang bisa sobat dapatkan di Gagasmedia




